Yang dimaksud berpuasa di sini ialah laku menahan diri dari makan/minum, baik secara lengkap atau pun partial, untuk suatu jangka waktu tertentu. Tindakan ini merupakan kebiasaan sejak zaman purba dan terdapat di hampir semua agama di dunia. Hasil riset ilmiah terakhir menunjukkan bahwa laku puasa akan menyehatkan seseorang dan jika dilaksanakan secara hati-hati akan meningkatkan kemampuan indera dan kesadaran. Secara tradisional, puasa biasa dilakukan untuk tujuan mensucikan seseorang atau untuk menebus dosa dan kesalahan. Sebagian besar agama menentukan lamanya waktu serta saat atau musim waktunya berpuasa bagi para pengikutnya. Pada sebagian besar agama, umumnya ibadah atau berdoa dianggap sebagai bagian dari laku puasa. Puasa juga merupakan cara pelatihan yang baik bagi phisikal, spiritual dan akhlak manusia. Meski tetapi hanya agama Islam yang memperlakukannya secara khusus.
‘Hai orang-orang yang beriman. Diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelummu supaya kamu terpelihara dari keburukan.’ (S.2 Al-Baqarah:184)
Menurut Al-Quran, puasa juga pernah diperintahkan dalam agama- agama sebelum Islam. Agama mana saja yang dimaksud dan apa bedanya dengan puasa yang dilakukan menurut agama Islam? Puasa dalam agama Kristen Masalah puasa dalam agama Kristen amat sulit dibahas, karena masalah- nya ialah agama Kristiani ini secara keseluruhan agak tekor mengenai pengaturan syariatnya. Apalagi terdapat perbedaan pendapat yang mendasar di antara para ulama mereka tentang apakah Yesus ada memerintahkan berpuasa atau tidak.
