Dalam hubungan antar agama, Islam selangkah lebih maju dengan pernyataannya :
... Dan janganlah kebencian suatu kaum yang telah menghalangi
kamu dari Masjidil Haram sampai mendorong kamu melampaui
batas. Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa;
dan janganlah kamu tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran.
Dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah itu sangat
keras hukumannya. (S.5 Al-Maidah : 3)
kamu dari Masjidil Haram sampai mendorong kamu melampaui
batas. Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa;
dan janganlah kamu tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran.
Dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah itu sangat
keras hukumannya. (S.5 Al-Maidah : 3)
Al-Quran tidak mengizinkan umat Muslim memperlakukan orang lain dengan cara yang tidak adil walaupun terhadap musuh yang telah melakukan agresi terhadap mereka karena permusuhan agama. Sekarang kita beralih ke kategori orang-orang kafir yang sepengetahuan kita tidak pernah mengambil peran aktif memusuhi umat Muslim. Mengenai mereka umat Muslim diperintahkan oleh Al-Quran untuk :
Boleh jadi Allah akan menumbuhkan cinta di antara kamu dan
orang-orang di antara mereka yang dengan mereka itu kamu kini
bermusuh dan Al lah Mahakuasa dan Allah Maha Pengampun,
Maha Penyayang. Allah tidak melarang kamu berbuat baik terhadap
mereka dan berlaku adil terhadap mereka yang tidak memerangi
kamu disebabkan agamamu dan yang tidak mengusir kamu dari
negerimu, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku
adil. (S.60 Al-Mumtahanah : 8-9)
orang-orang di antara mereka yang dengan mereka itu kamu kini
bermusuh dan Al lah Mahakuasa dan Allah Maha Pengampun,
Maha Penyayang. Allah tidak melarang kamu berbuat baik terhadap
mereka dan berlaku adil terhadap mereka yang tidak memerangi
kamu disebabkan agamamu dan yang tidak mengusir kamu dari
negerimu, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku
adil. (S.60 Al-Mumtahanah : 8-9)
Umat Muslim pun diajarkan untuk mengundang para Ahli Kitab dan bekerjasama dengan mereka dalam penyebaran ajaran keesaan Tuhan yang merupakan keyakinan bersama mereka. Inti ajaran dari ayat dibawah ini adalah penekanan pada kebersamaan dan pengembangan program bersama bagi kemaslahatan manusia dan bukan untuk mempertegas bidang-bidang perbedaan yang hanya akan membawa perselisihan.
Katakanlah, “Hai Ahli Kitab, marilah sekurang-kurangnya kepada
satu kalimat yang sama di antara kami dan kamu, ialah bahwa kita
tidak menyembah melainkan Al lah dan tidak pula kita
persekutukan dengan Dia barang apa pun dan sebagian kita tidak
satu kalimat yang sama di antara kami dan kamu, ialah bahwa kita
tidak menyembah melainkan Al lah dan tidak pula kita
persekutukan dengan Dia barang apa pun dan sebagian kita tidak
mengambil yang lainnya menjadi Tuhan selain dari Allah.” Tetapi
jika mereka berpaling maka katakanlah “Jadi saksilah bahwasanya
kami ini orang-orang Muslim yakni yang patuh kepada Tuhan.
jika mereka berpaling maka katakanlah “Jadi saksilah bahwasanya
kami ini orang-orang Muslim yakni yang patuh kepada Tuhan.
(S.3Al-Imran : 65)