Isi alam semesta sebagaimana dikemukakan Al-Quran berbeda diametral dari kutub ke kutub dengan pandangan para filosof dan orang-orang bijak di masa lalu. Pada saat Al-Quran diturunkan, adalah pengetahuan astronomi bangsa Yunani yang mendominasi fikiran manusia di mana pun di dunia saat itu dan kelihatannya hampir semua kebudayaan terpengaruh oleh pandangan yang sama. Dominasi ini berlaku terus sampai masanya Copernicus. Sebelumnya diyakini kalau langit terdiri dari beberapa lapisan terbuat dari bahan transparan yang plastis, dihiasi dengan benda-benda langit yang cemerlang yang diberi nama bintang-bintang. Secara lebih spesifik, total pengetahuan yang dimiliki umat manusia di masa itu adalah sebagai berikut:
1. Bumi terdiri dari massa debu, batu, air, udara dan mineral. Bumi merupakan massa yang stasioner dengan permukaan yang rata, tidak berputar dan tidak diputari oleh benda-benda langit lainnya.
2. Bumi memiliki posisi unik dalam kosmos, yang tidak ada padanannya di mana pun juga di angkasa. Bumi bersifat tetap dan stasioner pada sauhnya sedangkan langit berputar terus menerus mengelilinginya.
2. Bumi memiliki posisi unik dalam kosmos, yang tidak ada padanannya di mana pun juga di angkasa. Bumi bersifat tetap dan stasioner pada sauhnya sedangkan langit berputar terus menerus mengelilinginya.
Jelas dalam konsep tentang alam semesta di atas mengeliminasi posibilitas adanya kehidupan lain di luar bumi. Satu-satunya tempat kehidupan yang dikenal manusia di masa itu hanyalah bumi ini saja, yang mereka anggap tergantung melayang di tengah angkasa. Berbeda dengan pandangan tersebut, Al-Quran tidak ada menyebutkan keunikan bumi dan tidak juga sifatnya yang dikatakan stasioner. Sedangkan mengenai jumlah banyaknya bumi, Al-Quran menyatakan:
"Allah, adalah Dia yang menciptakan tujuh petala langit dan bumi seperti itu juga. . ." (Ath-Thalaq:13)
Perlu dijelaskan disini bahwa angka ‘tujuh’ menggambarkan istilah yang biasa digunakan Al-Quran dalam ayat ini mau pun ayat lainnya. Angka tersebut menggambarkan alam semesta terdiri dari banyak lapisan langit (galaksi), masing-masing terbagi dalam kelompok bertujuh yang sekurang-kurangnya mengandung satu planet seperti bumi yang ditopang oleh keseluruhan sistem dalam galaksinya (langitnya).
